
Allbirds baru saja membuat salah satu langkah paling berani di pasar tahun ini. Perusahaan sepatu ramah lingkungan ini menjual merek ikonik serta aset bisnis sepatunya kepada American Exchange Group seharga $39 juta, lalu mengalihkan bisnisnya ke infrastruktur AI (kecerdasan buatan: teknologi yang membuat komputer bisa “belajar” dari data dan membantu mengambil keputusan).
Perusahaan mengumumkan akan berganti nama menjadi NewBird AI dan masuk ke GPU-as-a-Service (GPUaaS: layanan sewa akses GPU melalui internet; GPU adalah chip untuk komputasi grafis yang juga sangat cepat untuk menghitung tugas AI) serta solusi cloud AI (cloud: layanan komputasi lewat internet). Setelah itu, saham Allbirds melonjak lebih dari 600%—kenaikan spekulatif (dorongan harga karena harapan/prediksi, bukan kinerja nyata) yang mirip dengan hype (euforia berlebihan) setiap pemain baru di pasar AI.
Trader CFD (Contract for Difference: produk derivatif untuk berspekulasi atas naik-turunnya harga tanpa memiliki sahamnya) di VT Markets bisa memanfaatkan pasar yang bergerak cepat.
Kenaikan harga saham Allbirds, ditambah ketidakpastian ke depan, bisa menjadi peluang.
Langkah Besar Allbirds Masuk ke Teknologi
Allbirds mengubah model bisnisnya dari sepatu ramah lingkungan menjadi penyedia GPU-as-a-Service dan infrastruktur AI, menegaskan kebutuhan yang meningkat akan daya komputasi khusus berperforma tinggi (komputasi: kemampuan mesin menghitung dan memproses data dengan cepat).
Karena ada kekosongan ini, usaha baru Allbirds, NewbirdAI, berencana mengatasinya. Perusahaan menjelaskan bahwa,
“Kami akan terlebih dahulu berupaya membeli perangkat keras komputasi AI berperforma tinggi dengan latensi rendah (latensi: jeda waktu respons), lalu menyediakan aksesnya melalui skema sewa jangka panjang, untuk memenuhi permintaan pelanggan yang tidak bisa dilayani secara konsisten oleh pasar spot (pasar spot: pembelian instan berdasarkan harga saat itu) dan hyperscaler (penyedia cloud raksasa dengan pusat data sangat besar).”
Melalui NewbirdAI, Allbirds ingin menutup celah ini dan menyediakan solusi infrastruktur AI khusus yang stabil. Apakah ini langkah cerdas, atau Allbirds sedang membuka jalur AI yang bisa diikuti merek lain?
Allbirds sebagai “Pemasok” AI
Masuk ke GPUaaS bisa menjadi cara Allbirds masuk bertahap ke industri terkait AI, dimulai dari komponen paling dasar AI: perangkat keras. Fokusnya bukan inovasi untuk konsumen, melainkan pasokan “bahan baku” komputasi yang dibutuhkan perusahaan AI lain.
Dengan menawarkan sewa GPU dan masuk ke rantai pasok daya komputasi (rantai pasok: alur penyediaan barang/jasa dari sumber hingga pengguna), mereka bisa menjadi bagian penting ekosistem AI (ekosistem: jaringan pelaku—penyedia, pengguna, mitra—yang saling terhubung), dan membuka peluang ekspansi ke aplikasi AI yang lebih langsung.
Apakah Filosofi Merek Allbirds Bisa Tetap Berlanjut?
Meski terlihat seperti lompatan besar, filosofi merek perusahaan “better things in a better way” sudah akrab dengan perubahan besar. Allbirds selalu menempatkan diri sebagai inovator, dan pergeseran ke AI menjadi contoh terbaru bahwa perusahaan dari industri tak terduga bisa mengambil tempat di pasar.
Jika fokus Allbirds adalah menyediakan infrastruktur GPU, merek untuk produk konsumen mungkin tidak lagi utama. Namun, reputasi inovasi dan keberlanjutan (sustainability: upaya mengurangi dampak lingkungan dan memakai sumber daya secara bijak) tetap bisa bernilai untuk pasar B2B (business-to-business: bisnis yang menjual ke bisnis lain).
- Keberlanjutan: Bisakah Allbirds berbeda dengan menyediakan komputasi hemat energi (hemat energi: memakai listrik lebih sedikit untuk hasil yang sama), sehingga menarik bagi bisnis yang mencari infrastruktur AI ramah lingkungan?
- Kepercayaan: Rekam jejak Allbirds soal keandalan dan kualitas bisa menarik bisnis yang membutuhkan solusi perangkat keras AI yang kuat (robust: tahan gangguan, stabil).
Pergeseran ini lebih berupa strategi posisi pasar, dengan mengandalkan pentingnya keberlanjutan, keandalan, dan kinerja di pasar AI yang tumbuh cepat.
Walau pemain besar seperti Amazon dan Nvidia mendominasi pasar infrastruktur AI yang padat, peluang untuk pendatang baru masih ada.
Apakah AI Hanya Tren bagi Perusahaan?
Meski pergeseran Allbirds ke AI bisa jadi langkah cerdas, banyak perusahaan lain juga ikut “tren AI” beberapa tahun terakhir, dari Shopify yang mengotomatisasi layanan pelanggan hingga memakai AI dalam operasional, sampai perusahaan toilet yang mendukung rantai pasok AI.
Perusahaan mengadopsi AI lewat integrasi tingkat layanan (service-level integration: AI dipasang ke proses layanan agar lebih efisien) atau memasok kebutuhan dasar, sehingga muncul peluang cepat dalam jangka pendek. Spekulasi yang mendorong lonjakan harga bisa berbalik jika peralihan Allbirds sulit dijalankan atau sentimen pasar (sentimen: suasana/pendapat pelaku pasar) berubah.
Saat ini, pasar tampaknya menilai bahwa untuk BIRD, AI akan bertahan, karena saham Allbirds melonjak setelah pengumuman peralihan.
Peran Perusahaan Tak Terduga dalam AI
Allbirds tidak sendirian beralih ke AI. Semakin banyak perusahaan di luar teknologi tradisional melihat potensi AI dan mencari cara memasukkannya ke operasi mereka.
| Industri | Kasus Penggunaan AI | Contoh |
| Industri Makanan | AI untuk efisiensi operasional, stok barang, dan sistem pemesanan | McDonald’s (kios pesan sendiri, AI di drive-thru) |
| Barang Ritel / E-Commerce | Manajemen stok, prediksi permintaan, dan pengalaman pelanggan yang dipersonalisasi (dipersonalisasi: disesuaikan dengan kebiasaan pengguna) | Shopify (AI untuk prediksi penjualan dan rekomendasi produk) |
| Industri Kencan / Aplikasi | Pencocokan berbasis algoritma (algoritma: langkah-langkah aturan yang dipakai komputer), pengenalan pola (mencari pola dari data) untuk rekomendasi lebih baik | Bumble (AI untuk pencocokan lebih pintar dan rekomendasi profil) |
| Mewah / Fashion | Perkiraan tren, belanja yang dipersonalisasi, dan asisten virtual (asisten virtual: program yang membantu pengguna lewat percakapan) | LVMH (AI untuk prediksi tren fashion dan pengalaman personal) |
Tren ini menunjukkan AI bukan lagi milik startup Silicon Valley saja. Industri yang dulu jauh dari teknologi kini memakai AI untuk meningkatkan efisiensi kerja, membuka sumber pendapatan baru, dan tetap bersaing di pasar yang cepat berubah.
Allbirds, dengan masuk ke AI, mengikuti jejak perusahaan seperti ini—bedanya, Allbirds memulai dari nol di bidang yang rumit dan butuh modal besar (capital-heavy: perlu investasi dana besar).
Volatilitas (volatility: naik-turun harga yang cepat dan tajam) BIRD saat ini memberi peluang spekulatif. Ikuti Kalender Ekonomi atau rilis Musim Laporan Keuangan untuk fokus investasi AI.
Ketuk untuk Mengingat Kembali!
Apa yang mendorong Allbirds beralih ke AI?
Allbirds menjual bisnis sepatunya seharga $39 juta dan berganti merek menjadi NewBird AI. Perusahaan mengalihkan fokus ke infrastruktur AI untuk memenuhi permintaan yang meningkat atas layanan komputasi AI berperforma tinggi.
Bagaimana Allbirds berencana bersaing di pasar AI?
Allbirds mengalihkan fokus dari sepatu ke infrastruktur AI, dengan menyediakan GPU-as-a-Service untuk menjawab permintaan sumber daya komputasi AI khusus.
Bagaimana Allbirds berencana bersaing di pasar AI?
Allbirds berencana menawarkan perangkat keras AI berperforma tinggi dan solusi cloud, dengan fokus mengisi celah pasar untuk komputasi yang andal dan hemat energi di luar layanan hyperscaler.
Tantangan apa yang dihadapi Allbirds di AI?
Allbirds menghadapi persaingan dari raksasa teknologi dan risiko eksekusi (execution risk: risiko rencana gagal dijalankan) saat masuk ke bidang yang butuh modal besar dan sangat khusus tanpa rekam jejak di infrastruktur AI.
Apakah peralihan Allbirds hanya tren atau strategi jangka panjang?
Walau AI sedang tren, Allbirds menempatkan diri sebagai pemain jangka panjang di rantai pasok AI, dengan fokus pada infrastruktur yang berkelanjutan dan andal, bukan aplikasi AI untuk konsumen.
Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.