Emas Stabil di $4.700 Menjelang NFP dan Risiko Geopolitik

    by VT Markets
    /
    May 8, 2026

    Poin-poin penting

    • Emas naik tipis ke $4.700,80 per ons, naik 1,9% dalam sepekan.
    • Harga minyak mentah melonjak: Brent naik 1,4% ke $101,47 per barel dan WTI naik 1,2% ke $95,93 per barel. Kenaikan ini dipicu pecahnya konflik lagi dan kekhawatiran pasokan minyak terganggu.
    • Indeks Dolar AS (DXY) tetap kuat di sekitar 98,00. (DXY adalah ukuran kekuatan dolar AS dibanding beberapa mata uang utama.)
    • Data NFP yang rilis hari ini akan memengaruhi perkiraan pasar tentang kebijakan The Fed. (NFP/Nonfarm Payrolls adalah laporan bulanan jumlah pekerjaan baru di AS di luar sektor pertanian.)

    Emas naik tipis, diperdagangkan di $4.700,80 per ons, dengan kenaikan 1,9% dalam sepekan.

    Namun, konflik AS–Iran mengurangi harapan damai dan menambah ketidakpastian pasar. Emas memang naik, tetapi dolar AS yang lebih kuat dan suku bunga yang naik terus menekan pergerakannya. (Suku bunga adalah “biaya” pinjam uang; saat suku bunga naik, emas sering kurang menarik karena emas tidak memberi bunga.)

    Sejak konflik dimulai, kekhawatiran soal Selat Hormuz dan naiknya harga energi makin menekan emas. Ini meningkatkan ketakutan inflasi dan mengurangi minat pada emas. (Selat Hormuz adalah jalur laut penting untuk pengiriman minyak; inflasi adalah kenaikan harga barang/jasa secara umum.)

    Harga Minyak Turun Saat Ketegangan Timur Tengah Meningkat

    Investor emas memantau konflik AS–Iran dan perubahan harga minyak karena keduanya memengaruhi perkiraan inflasi dan arah kebijakan The Fed (bank sentral AS). Selat Hormuz tetap jadi perhatian utama.

    Harga minyak sempat bergejolak: Brent turun 1,2% ke $100,06 per barel dan WTI turun 0,28% ke $94,81 per barel. Ini terjadi setelah optimisme awal soal kesepakatan AS–Iran, tetapi ketegangan muncul lagi setelah laporan ledakan dekat Bandar Abbas, Iran.

    Militer AS mungkin segera melanjutkan operasi mengawal kapal dagang yang melewati Selat Hormuz, setelah Arab Saudi dan Kuwait mencabut pembatasan. Kedua negara ini membuka kembali wilayah udara dan pangkalan militer untuk AS, sehingga misi “Project Freedom” bisa berjalan lagi. (Mengawal kapal berarti memberi perlindungan agar pengiriman minyak dan barang tetap aman.)

    Saat harga energi naik, kekhawatiran inflasi meningkat. Ini membuat The Fed lebih berhati-hati untuk menurunkan suku bunga, sehingga emas makin tertekan. Emas biasanya sulit naik saat inflasi dan suku bunga sama-sama tinggi.

    NFP Kembali Jadi Sorotan

    Di tengah gejolak geopolitik, data ekonomi AS—terutama laporan Nonfarm Payrolls (NFP)—jadi sorotan. Laporan NFP penting untuk membentuk perkiraan pasar tentang kebijakan uang The Fed (kebijakan yang mengatur suku bunga dan jumlah uang beredar). Indikator awal seperti Klaim Pengangguran Awal sebesar 200 ribu (lebih baik dari perkiraan 205 ribu) mengarah ke kondisi tenaga kerja yang cukup kuat. (Klaim Pengangguran Awal adalah jumlah orang yang baru mengajukan bantuan pengangguran.)

    Indeks Dolar AS (DXY) tetap kuat di sekitar 98,00, menunjukkan posisi beli dolar AS yang besar menjelang rilis NFP. Perkiraan pasar: 62.000 pekerjaan bertambah pada April, dan tingkat pengangguran diperkirakan tetap 4,3%.

    Data tenaga kerja yang bagus memberi sinyal NFP bisa lebih tinggi dari perkiraan, yang biasanya menguatkan dolar AS dan menekan emas.

    Pandangan Teknikal

    Dari sisi teknikal (analisis berdasarkan grafik harga), emas stabil di dekat $4.700. Namun ada hambatan kenaikan (resistance, level harga yang sering menahan kenaikan) di $4.715, dan penopang terdekat (support, level harga yang sering menahan penurunan) di $4.680. Jika emas menembus resistance, harga bisa menuju $4.750. Jika turun di bawah $4.680, harga bisa melemah ke $4.650.

    Garis rata-rata bergerak (moving average, rata-rata harga dalam periode tertentu untuk melihat arah tren) pada grafik mulai sejalan mendukung tren naik. Pada MACD (indikator untuk melihat kekuatan arah tren dan momentum), garis sinyal dan histogram berada di atas level 0, yang menunjukkan momentum naik masih kuat.

    Level Kunci untuk Dipantau:

    • Support: $4,680 → $4,650 → $4,600
    • Resistance: $4,715 → $4,750 → $4,800

    Pergerakan emas berikutnya kemungkinan dipengaruhi laporan NFP, perkembangan geopolitik, dan data inflasi. Sikap The Fed soal suku bunga akan sangat menentukan arah harga emas dalam beberapa minggu ke depan.

    Apa yang Perlu Dipantau Trader Selanjutnya

    Trader perlu memantau laporan NFP karena akan memengaruhi perkiraan pasar tentang kebijakan uang The Fed.

    Jika NFP lebih kuat dari perkiraan, dolar AS bisa makin kuat dan emas makin tertekan. Jika lebih lemah, penguatan dolar bisa mereda dan emas berpotensi terbantu.

    Selain NFP, trader perlu memperhatikan perkembangan konflik AS–Iran, terutama terkait Selat Hormuz. Ketegangan yang meningkat bisa mendorong harga minyak naik, memicu lagi kekhawatiran inflasi. Tekanan inflasi ini, bersama perubahan sikap The Fed, kemungkinan membuat emas tetap tertekan dalam jangka pendek.

    Pertanyaan Trader

    Mengapa Emas Sulit Naik Meski Ada Ketegangan Geopolitik?

    Emas tertekan karena dolar AS menguat dan suku bunga naik. Walau konflik seperti AS–Iran biasanya membuat emas dilirik sebagai aset aman (safe haven, aset yang dicari saat pasar takut), kekhawatiran inflasi dan naiknya imbal hasil obligasi mengurangi minat. (Imbal hasil obligasi adalah “hasil/bunga” dari surat utang; saat imbal hasil naik, emas yang tidak memberi bunga jadi kurang menarik.)

    Bagaimana Kenaikan Harga Minyak Mempengaruhi Emas?

    Harga minyak yang naik mendorong inflasi. Ini bisa memicu perkiraan suku bunga lebih tinggi dan dolar AS lebih kuat. Keduanya menekan emas. Emas memang sering dianggap pelindung dari inflasi, tetapi biasanya sulit naik jika inflasi membuat bank sentral mengetatkan kebijakan dan dolar menguat. (Pengetatan kebijakan berarti menaikkan suku bunga atau mengurangi dukungan uang.)

    Apa Peran Konflik AS–Iran terhadap Pergerakan Emas?

    Konflik AS–Iran menambah ketidakpastian pasar, terutama soal Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak. Risiko pasokan minyak terganggu, ditambah harga energi yang naik, meningkatkan kekhawatiran inflasi. Ini mendorong perkiraan suku bunga lebih tinggi, sehingga peluang kenaikan harga emas jadi terbatas.

    Mengapa Dolar AS Mempengaruhi Harga Emas?

    Emas dihargai dalam dolar AS. Saat dolar menguat, emas jadi lebih mahal bagi pembeli dari negara lain sehingga permintaan bisa turun. Selain itu, dolar yang kuat sering sejalan dengan perkiraan suku bunga lebih tinggi, yang mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa bunga (non-yielding, aset yang tidak memberi bunga/hasil rutin). Biasanya, pergerakan dolar dan emas berlawanan arah.

    Apa yang Perlu Diperhatikan Trader pada Laporan NFP?

    Laporan NFP penting untuk membentuk perkiraan kebijakan The Fed. Jika hasilnya lebih kuat dari perkiraan, dolar AS bisa menguat dan emas tertekan. Jika lebih lemah, kekuatan dolar bisa berkurang dan emas bisa terbantu, terutama jika kekhawatiran inflasi tetap ada.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code